SI NA SI NA SI NA SI NA SI NA SI NA SI
DUK U DUK U DUK U DUK U DUK U DUK
Jumat, 20 Mei 2011
Selasa, 17 Mei 2011
Nyoblos = Libur?
Ya beginilah, rabu tgl 18 Mei 2011 itu khusus warga Pekanbaru buat nyoblos Walikota.
Ada 2 kandidat:
1. BERSERI
Kandidat ini digawangi oleh Hj.Septina Primawati Rusli dan wakilnya Erizal Muluk
2. PAS
Professional, Amanah, dan Santun. Begitulah kepanjangan dari PAS. Pasangan ini merupakan dari bapak Firdaus dan wakilnya Ayat.
Wah, buat kamu yang udah 17 tahun atau udah dapet KTP, so tunggu apalagi. Ayo sama-sama kita ramein TPS di Pekanbaru.
Ngomong-ngomong, rata-rata pelajar di Pekanbaru khususnya SMA diliburkan dalam pilkada ini. Jadi, liburnya nambah 1 hari deh! Thankyou pemerintah, HAHAHA.
Satu suara anda, bisa menentukan kemajuan bangsa!
Ada 2 kandidat:
1. BERSERI
Kandidat ini digawangi oleh Hj.Septina Primawati Rusli dan wakilnya Erizal Muluk
2. PAS
Professional, Amanah, dan Santun. Begitulah kepanjangan dari PAS. Pasangan ini merupakan dari bapak Firdaus dan wakilnya Ayat.
Wah, buat kamu yang udah 17 tahun atau udah dapet KTP, so tunggu apalagi. Ayo sama-sama kita ramein TPS di Pekanbaru.
Ngomong-ngomong, rata-rata pelajar di Pekanbaru khususnya SMA diliburkan dalam pilkada ini. Jadi, liburnya nambah 1 hari deh! Thankyou pemerintah, HAHAHA.
Satu suara anda, bisa menentukan kemajuan bangsa!
Senin, 25 April 2011
Nge-net gratis di Labor Komputer!
Sepertinya pada sibuk semua ya, ada yang buka twitter, facebook, blog. Tapi kebanyakan pada buka blog sih buat tugas. Bagus, bagus, bagus. Tapi, tolong dong pak, dilancarin dong jaringannya lagi. hehehe, makasih yaa pak yoni!
Kamis, 17 Maret 2011
Sabtu, 05 Februari 2011
Dulu, Indonesia dikenal sebagai sebuah negeri yang subur. Negeri kepulauan yang membentang di sepanjang garis katulistiwa yang ditamsilkan ibarat untaian zamrud berkilauan sehingga membuat para penghuninya merasa tenang, nyaman, damai, dan makmur. Tanaman apa saja bisa tumbuh di sana. Bahkan, tongkat dan kayu pun, menurut versi Koes Plus, bisa tumbuh jadi tanaman yang subur.
Namun, seiring dengan berkembangnya peradaban umat manusia, Indonesia tidak lagi nyaman untuk dihuni. Tanahnya jadi gersang dan tandus. Jangankan tongkat dan kayu, bibit unggul pun gagal tumbuh di Indonesia. Yang lebih menyedihkan, dari tahun ke tahun, Indonesia hanya menuai bencana. Banjir bandang, tanah longsor, tsunami, atau kekeringan seolah-olah sudah menjadi fenomena tahunan yang terus dan terus terjadi. Sementara itu, pembalakan hutan, perburuan satwa liar, pembakaran hutan, penebangan liar, bahkan juga illegal loging (nyaris) tak pernah luput dari agenda para perusak lingkungan. Ironisnya, para elite negeri ini seolah-olah menutup mata bahwa ulah manusia yang bertindak sewenang-wenang dalam memperlakukan lingkungan hidup bisa menjadi ancaman yang terus mengintai setiap saat.
Namun, seiring dengan berkembangnya peradaban umat manusia, Indonesia tidak lagi nyaman untuk dihuni. Tanahnya jadi gersang dan tandus. Jangankan tongkat dan kayu, bibit unggul pun gagal tumbuh di Indonesia. Yang lebih menyedihkan, dari tahun ke tahun, Indonesia hanya menuai bencana. Banjir bandang, tanah longsor, tsunami, atau kekeringan seolah-olah sudah menjadi fenomena tahunan yang terus dan terus terjadi. Sementara itu, pembalakan hutan, perburuan satwa liar, pembakaran hutan, penebangan liar, bahkan juga illegal loging (nyaris) tak pernah luput dari agenda para perusak lingkungan. Ironisnya, para elite negeri ini seolah-olah menutup mata bahwa ulah manusia yang bertindak sewenang-wenang dalam memperlakukan lingkungan hidup bisa menjadi ancaman yang terus mengintai setiap saat.
Langganan:
Postingan (Atom)

