Sabtu, 06 April 2013

Singing - Songong


Helllooooooowwww *dateng dengan rok mini & angin kencang menerbangkan rok mini gue* :| :| :|

GUE SEKARANG PUNYA HOBI BARU!

NYANYI!

Selama ini suara gue itu paling cempreng kalo ngomong & nyanyi. But noooow, nyokap udah ngajarin gue gimana cara nyanyi yang bener. Soalnya nyokap itu dulu waktu SMA & Kuliah anggota paduan suara lho. Dan kata nyokap, suara gue itu lumayan (gue ga tau dia ini jujur atau bohong, tapi gue tetep seneng :')

Ta?mat.

Kamis, 04 April 2013

Laki?


Hai, berhubung sekarang gue udah jadi anak MANAJEMEN INFORMATIKA (MI), sejenis jurusan yang mempelajari komputer dan segala peranakannya, gue jarang nge-blog, tapi lebih banyak ngoding. You know ngoding itu apa? Itu lho kopde-kode yang harus kita bikin untuk membuat suatu program. Semenjak masuk MI ini, gue lebih banyak menghabiskan waktu dengan laptop daripada pacar sendiri. Pertanyaannya adalah, EMANGNYA GUE PUNYA PACAR???

Semenjak masuk MI juga, gue lebih banyak berteman sama laki-laki ketimbang perempuan. Berhubung anak MI itu kebanyakan laki-laki, jadinya gue harus bisa beradaptasi sama mahluk yang katanya punya jakun dan '.....' itu. Hmmm, dan juga, semenjak jadi anak MI gue jadi lebih bisa menilai cowok itu luar-dalam. Sifat mereka, tingkah mereka, kebiasaan mereka, dan masih banyak lagi yang gue dapetin dari mahluk adam ini.

Tapi anehnya, sekarang gue lebih seneng berteman sama laki-laki ketimbang perempuan. HAHAHAHAHAHA. Ga tau kenapa gue sekarang jadi sering deket sama mahluk ini. Awalnya risih sih, karena gue harus beradaptasi dengan lingkungan dimana samping kiri-kanan-depan-belakang gue itu adalah laki-laki. Tapi lama-kelamaan gue ngerasa laki-laki itu unik banget dan bisa ngelindungin cewek. Di kelas gue aja ceweknya bisa dihitung pake jari (saking sedikitnya). Dan semenjak itu juga, sekarang gue malah tambah tomboy. Dulu mungkin gue masih nurut-nurut kalo disuruh pake rok. Nah sekarang? Ogah bangeeeeeet.

Mungkin dari sini gue dapet kesimpulan bahwa 'DENGAN SIAPA KITA BERTEMAN, MAKA KITA JUGA MENDAPATKAN PENGARUH DARI TEMAN TERSEBUT'. Ya, gue akui, sekarang gue lebih sering cuek lagi kalau ngurusin yang namanya fashion. Padahal dulu gue tergila-gila dan fashionable banget. Boro-boro baju, kadang gue juga males sebenernya kalo harus pake bedak kemana-mana.

Nyokab selalu ngasih tau gue: "Boleh kok berteman dengan laki-laki. Asal tau batasannya". Dan gue pikir nyokab ada benernya. Setidaknya kelamin gue dan mereka itu SANGAT BERBEDA. Disini bukan soal frontal atau gimana ya, maksud gue itu ya jaga kelakuan & jaga diri itu yang terpenting kalau kita mau berteman dengan laki-laki.

Tapiiiiiiii, pada intinya gue seneng dan gue ngerasa lebih dewasa lagi semenjak berteman dengan para lelaki.

Udah~


HALOOOOOOOOO!!!! Udah, gitu aja.

Minggu, 30 Desember 2012

-

Gue bingung. Kenapa manusia harus merasakan yang namanya cinta. Tapi di sisi lain gue juga bingung, kenapa dia musti ngerasain sama yang namanya sakit, sekalipun itu sakit hati.

Adil memang... Tapi manusia memang ga pernah puas sama apa yang udah dikasih sama Tuhan. Tuhan memang punya rencana lain dibalik semua rencana yang udah kita buat.

Rencana....

Gue paling ga suka sama yang namanya rencana. Seolah-olah kita itu seperti sedang merancang sesuatu yang belum tentu berhasil atau tidaknya. Rencana untuk menjalin sebuah hubungan dengan seseorang namun kita belum tahu jelas bagaimana kedepannya nanti. Alhasil, sakit hati itulah yang akan kita rasakan nantinya.

Bicara soal skait hati, sudah sering kali manusia mengalami rasa sakit yang berbeda dari 'sakit-sakit' lainnya. Dia tak tampak, namun sengat terasa kali oleh jiwa & raga kita.

Bukankah Tuhan sudah berpesan bahwa kita diciptakan untuk membuat kebahagiaan satu sama lain? Bukan untuk disakiti. Tuhan tidak salah, manusia hanya menganggap remeh semuanya. Meremehkan derajat seseorang, fisik seseorang, bahkan perasaan seorang manusia sekalipun.

Berani jatuh cinta, berani menerima sakit nantinya.

Gue baru sadar quote tersebut memang benar sekali. Yakinlah, indah memang pada awalnya. Namun, pedih pada akhirnya. Setidaknya, jika kita hidup bersama orang lain dan saling membahagiakan, pasti salah satu diantara kita akan pergi nantinya. Itu yang dimaksudkan dalam kepedihan pada akhirnya.

Diam membisu bukanlah suatu jalan keluar jika sedang menjalin sebuah hubungan. Menjaga komunikasi sangat diperlukan oleh sesama manusia.

Yang terpenting adalah melihat kembali rencana yang telah kita buat. Apakah kita sudah siap menerima resikonya???