Senin, 26 Juli 2010

ALL ABOUT CAGAR BIOSFER GSK-BB SIAK, RIAU

CAGAR BIOSFER GSK-BB
Dengan ditetapkannya kawasan itu sebagai cagar biosfer, maka Giam Siak Kecil-Bukit Batu menjadi bagian World Network of Biosphere (WNBR) UNESCO yang terdiri dari 553 lokasi cagar biosfer di 107 negara pada 2009.

Inisiatif pembangunan cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu itu berawal pada 2004, melibatkan Sinar Mas Forestry yang mengalokasikan sebagian area hutan produksinya seluas 72.255 hektare untuk tujuan konservasi secara permanen. Kawasan itu diubah menjadi koridor ekologi yang menggabungkan dua suaka margasatwa, Giam Siak Kecil dan Bukit Batu. Luas suaka margasatwa Giam Siak Kecil mencapai 84.967 hektare dan Bukit Batu, yang mencapai 21.500 hektare.

Cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu dibagi menjadi tiga zonasi, yaitu zona inti (178.722 hektare), zona penyangga (222,425 hektare), dan zona transisi (304.123 hektare). Canecio Peralta Munoz, penasihat lingkungan dan stakeholder engagement Sinar Mas Forestry, mengatakan pihaknya tak akan mengutak-atik area hutan produksi yang telah diubah menjadi kawasan cagar biosfer, termasuk 35 persen area hutan mereka yang berada di zona inti.

Direktur Program Komite Nasional Program MAB LIPI Y. Purwanto menyatakan, bila dijalankan dengan benar, cagar biosfer ini dapat mencegah kebakaran hutan yang kerap terjadi di provinsi itu dan mengubah citra Riau, yang dikenal sebagai pengekspor asap. "Masalahnya apakah pengelolaan cagar biosfer ini dapat dilakukan secara benar," kata Purwanto."Semua pihak, baik pemerintah daerah sampai masyarakat harus ikut berperan menjaga dan memeliharanya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar